djoko lelono

Karena banyaknya orang menggunakan nama Djoko lelono dan untuk menghindari adanya kekeliruan, kini Bapak Djoko lelono menambahkan Ningrat ke nama belakangnya.

akupunktur

KKESEHATAN adalah HARTA paling berharga bagi setiap manusia.

Seberapapun KEKAYAAN yang Anda miliki, seberapa RUPAWAN diri Anda, seberapa lengkap FASILITAS yg Anda punya, hanya akan menjadi sia-sia jika tubuh dan jiwa Anda sedang SAKIT.

Setiap orang selalu berupaya mencapai KESEHATAN secara MAKSIMAL.

KESEHATAN adalah ANUGRAH dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Orang yang BIJAKSANA adalah orang yang selalu menjaga anugrah Tuhan.

Orang yang BIJAKSANA adalah orang yang SELALU MENJAGA KESEHATANnya.

Orang yang BIJAKSANA adalah orang yang BERUPAYA KERAS untuk mencapai KESEMBUHAN jika sedang sakit.

Kini hadir KHUSUS untuk Anda :

Klinik Pengobatan Tradisional Djoko Lelono Ningrat

 

 

Jumlah Pengunjung :

-->

spesialis gagal ginjal spesialis-mata
spesialis penumbuhan rambut

lie-gumitir-lelono

suhu-lie-gumitir-lelono

 

 

Testimoni

 

Suparmiatun (57 tahun) - Surabaya (Januari 2014)

pasien-gondok

Ibu Suparmiatun pertama kali datang ke tempat Pengobatan Tradisional Djoko lelono Ningrat atas saran dari saudaranya yang pernah datang berobat, dan sudah sembuh. Ibu suparmiatun memang sudah lama mengeluh atas sakit sinusnya yang tidak kunjung sembuh. Diobati dengan segala cara dan sudah berobat ke banyak dokter, tetapi hasilnya tidak ada.

Sakit SInus Ibu suparmiatun memang sudah parah hingga berbau tidak sedap. pertama kali di terapi, sudah ada perubahan, dan oleh ibu suparmiatun pengobatan dilanjutkan hingga 3 kali terapi.

Kini sakit sinus Ibu Suparmiatun sudah sembuh dan tidak kambuh lagi.

Karena keberhasilan tersebut, Ibu suparmaitun akhirnya percaya dengan Bapak Djoko lelono Ningrat. Dia juga mengeluhkan sakit gondok yang dideritanya, saat ini Ibu suparmiatun tengah melanjutkan terapi untuk mengobati sakit gondoknya.

 

Elisabeth (47 tahun) - Semarang (Juli 2013)

Sudah 1,5 tahun saya mengidap asam urat yang tinggi. Hasil uji asam urat saya 13. Sudah pergi ke dokter, namun asam urat saya masih naik turun terus, lalu pindah ke pengobatan accupressure dan pengobatan sistem cubit yang juga tidak menunjukkan hasil.

Yang menjadi keluhan saya, kaki saya terasa berat, kaku dan cekot-cekot, bila dipakai berjalan, tidak ada keseimbangan. akhirnya satu saat, karena saya lihat di internet, barulah saya berobat ke tempat bpak Djoko Lelono.

setelah 3 kali pengobatan, saya sudah bisa berjalan, walaupun pelan-pelan. larangan-larangan makanan saya patuhi karena saya ingin cepat sembuh dan hingga sekarang, saya masih melanjutkan berobat saya.

keluhan lain saya, saya susah sekali BAB, tidak bisa rutin setiap hari, terkadang bisa 5-6 hari sekali, itupun keras sekali. saran dari Bapak Djoko, setelah bisa berjalan, saya diminta untuk ke lab guna mengecekkan ginjal saya.

 

Lia (7 tahun), Surabaya (Juni 2013)

pasien-lia

Menderita sakit sinus sejak 3 tahun yang lalu, sampai akhirnya dibawa ke tempat Pengobatan Tradisional Djoko Lelono. Setelah 5 kali terapi, kini Lia sudah tmenemukan kesembuhan secara total. minum es maupun terkena AC, lia sudah tidak pilek lagi.

 

Nao Sawang (65 tahun), kalimantan tengah (Mei 2013)

nao-sawang-pasien

Keluhan saya adalah pada mata yang seperti berkabut. setelah diterapi kepala dan mata saya selama 20 menit, hal ini membuahkan hasil yang cukup bagus.

mata saya tidak kabur lagi dan kepala saya terasa ringan.

saya tidak menyangka dengan terapi 1 kali sudah berhasil.

 

Diana 30 tahun, Surabaya (April 2013)

pasien-diana-30th

awalnya bermula karena mata kanan saya merah, saat saya bawa ke dokter, saya diberi obat tetes mata. namun beberapa minggu memakainya, mata saya terasa cekot-cekot dan kepala bagian belakang saya terasa sakit.

akhirnya saya bawa lagi ke dokter, saat diperiksa oleh dokter saya dinyatakan terkena gloucuma dan harus dioperasi. pada saat saya selesai diperasi pun, ternyata bengkak di mata saya masih ada. cekot-cekot di kepala saya tidak hilang dan mata saya buram.

saya berusaha dengan membawa ke tempat tusuk jarum, sampai berbulan-bulan tetap tidak membuahkan hasil. Saya juga pergi ke accupressure, tetapi tidak ada hasil.

satu waktu teman saya mengarahkan saya ke tempat pengobatan tradisional bapak Djoko Lelono.

saat saya datang, saya langsung diterapi. 1 kali diterapi saya sudah merasakan hasil banyak, sehingga saya teruskan hingga 10 kali terapi. hasil terakhir mata saya tidak buram lagi. cekot-cekot saya juga hilang, baik di mata maupun di kepala.

tetapi kalau saya kecapekan masih terasa kemeng (ngilu) sedikit, tapi hanya sebentar.

saya berniat untuk meneruskan sampai selesai.

 

Martin 77 tahun, Surabaya (April 2013)

pasien-martin

Saat pertama kali saya mendatangi tempat pengobatan tradisional bapak Djoko lelono, saya memiliki banyak sekali keluhan. Pada awalnya saya hanya tertarik untuk mencoba, tapi kini saya tahu kehebatan bpk Djoko dalam mengobati penyakit. Saya tidak lagi ragu.


Penyakit yang paling saya keluhkan adalah sakit hipertensi, sebelum berobat tekanan darah saya adalah 170/95. Di malam hari, saya sering sekali bolak-balik ke kamar mandi hingga 8 kali hanya untuk kencing. Lutut saya sakit dan kaku, begitu juga pinggul kiri dan tangan kiri saya. Setiap kali mengangkat tangan, akan langsung terasa sakit.


Selain itu, jalan saya tidak seimbang, saat tubuh saya pakai untuk berjongkok, sulit sekali untuk berdiri lagi.
Saya juga memiliki sakit katarak, sakit batuk-batuk yang beriak banyak, dan luka-luka seperti luka bakar di perut saya. Semuanya disembuhkan oleh pak Djoko.


Di tempat pak Djoko, saya langsung di terapi. 1 kali terapi, saya yang biasanya sulit untuk berjalan kini bisa berdiri sendiri walau masih memakai bantuan tongkat.


terapi kedua, badan saya sudah enakan dan bisa lepas dari tongkat. Keajaiban memang, padahal dulu sudah terapi tusuk jarum, akupresure dll, tapi belum ada titik kesembuhan, sampai rasanya bosan berobat.


Terapi kelima, tekanan darah saya normal. saya tidak mengkonsumsi obat lagi, dan tidur saya juga nyenyak. Luka di perut saya juga sudah hilang dan itupun tidak memakai obat.

sampai saat ini saya masih melanjutkan terapi.

Terapi yang kelima belas,saya sudah merasa segar, keluhan saya hanya sedikit keluhan di lutut dan katarak saya, namun kini mata saya sudah bisa membaca tanpa kacamata, walaupun begitu, perbedaannya sungguh sangat jauh berbeda dengan sebelumnya.
Sekarang saya hanya merasakan sedikit keluhan di lutut saja, tapi sudah hampir sembuh.

 

 

Yulia, 56 tahun, Dari surabaya

yulia-radang-sendi yulia-radang-sendi-2yulia-radang-sendi-3
(kaki menjadi kemerahan karena radang)

Selama 3 tahun ini saya mengalami radang sendi. Awalnya tidak saya rasakan dan hanya saya anggap sebagai radang sendi biasa, hingga akhirnya sakitnya menjalar hingga ke pinggul. Setiap saya pakai berjalan, rasanya otot-otot saya tertarik-tarik yang membuat saya susah untuk berjalan.
Karena penyakit ini, saya sudah sering kali keluar masuk rumah sakit, bahkan disarankan untuk operasi oleh dokter. Tetapi hati saya tidak siap.
Satu hari, teman saya memberitahukan tentang pengobatan djoko lelono. Pertama kali datang, saya masih belum yakin, disuruh pantang pun, sebenarnya saya tanda tanya. Namun setelah diterapi saya merasa enakan, jadi saya memutuskan untuk kembali lagi, hasilnya badan saya semakin enak.
Tetapi karena saya tidak pantang seperti yang diberitahukan pak Djoko, ternyata benar, saya sakit lagi seperti semula. Dengan kejadian itulah saya akhirnya percaya.
Saya teruskan terapi seminggu 2 kali. Setelah 8 kali terapi, saya merasakan kesembuhan.

 

Dju Yung, 42 tahun, Malang (Juli 2012)

djuyung

semuanya bermula ketika saya menderita sakit kepala. oleh dokter, saya di diagnosa menderita penyakit vertigo. waktu itu saya diberi obat, yang setelah saya minum selama 5 hari, mata saya menjadi terasa berat dan hingga akhirnya tertutup, tidak bisa terbuka. hal itu saya alami sejak 4 tahun yang lalu.

Beberapa waktu lalu saya diberi tahu oleh adik saya yang berobat di tempat pak Djoko Lelono untuk mencoba. oleh pak Djoko mata saya diterapi, pada terapi ke-5 mata saya sudah bisa membuka namun belum sempurna. saya sangat senang, akhirnya saya bisa melihat klembali. Tapi sayangnya karena ada sesuatu hal pribadi, saya terpaksa berhenti berobat untuk sementara.

kendati demikian, saya sungguh-sungguh berterima kasih kepada Pak Djoko yang telah membantu mengobati saya.

 

Aristian, 17 tahun, Surabaya (Juli 2012)

aristian

Saya mengetahui tentang pengobatan Pak Djoko Lelono melalui internet ketika browsing. Mata saya minus 5 dengan silinder 2. saya tidak bisa membaca palang-palang di jalan tanpa bantuan kacamata. Ketika membaca di Website kalau Pak Djoko bisa mengobati mata minus dan silinder, dan bisa langsung dibuktikan, saya tertarik untuk membuktikan hal tersebut.

Sejak terapi pertama saya sudah merasakan perbedaannya. hingga terapi ke-8, saya sudah bisa membaca tulisan-tulisan kecil dan palang-palang di jalan tanpa bantuan kacamata walau masih sedikit ada bayang-bayang. hal ini karena silinder saya yang masih belum habis. hingga hari ini saya masih meneruskan terapi di tempat pak Djoko karena memang saya merasakan perubahan yang sangat besar. saya ingin melihat dengan sempurna tanpa kacamata.

 

Atminah, Bangkalan - madura (April 2012)

diabet

saya menderita sakit diabetes atau gula darah tinggi yaitu 400. karena gula darah saya yang tinggi, ketika saya memiliki luka di kaki, luka itu susah sekali sembuh. semakin hari luka saya semakin melebar dan membusuk. saya sudah berobat ke mana-mana, ke dokter dan tusuk jarum tapi masih belum sembuh juga.

saat saya melewati jalan kampung seng, saya melihat palang pengobatan tradisional Pak Djoko Lelono dan memutuskan untuk mencoba berobat. 4 kali terapi, luka saya sudah mengering dan mengelupas. sangat beryukur saya tidak jadi di amputasi. saya akhirnya memutuskan terapi hingga 8 kali, dan saat saya tes, diabet saya dinyatakan normal.

 

Yanti (21 th) dari kalimantan.

Awalnya haid saya tidak teratur tapi lama kelamaan saya tidak haid lagi. Saya bawa ke dokter dan oleh dokter akhirnya saya disuntik. Karena suntikan tersebut saya bisa haid lagi tapi tidak lama karena haid saya berhenti lagi. Saya sedih dan putus asa, tapi kemudian saya diberi tahu teman yang melihat dari internet, dia memberitahu saya tentang Pengobatan djoko lelono. Awalnya hanya berkeinginan untuk mencoba-coba, saya tidak menyangka akan kehebatan pak Djoko lelono. Saya hanya diterapi 8 kali, tapi hingga sekarang haid saya lancar terus.

 

Keke (35 tahun) Sidoarjo

Saya dan suami telah menikah selama 7 tahun tetapi masih belum dikaruniai.saya sudah ke dokter, dan ke berbagai pengobatan alternatif, tapi tidak juga berhasil. Sampai suatu saat saya mengantarkan papa saya berobat di tempat pak Djoko. Papa saya memiliki penyakit jantung, nafasnya selalu terengah-engah setiap kali berjalan, hingga kondisi tubuhnya lemah dan sering hampir jatuh pingsan, tapi sejak diterapi oleh pak Djoko nafas papa saya jauh lebih ringan walau sudah berjalan jauh. Karenanya, saya mencoba berkonsultasi dengan Pak Djoko mengenai kondisi saya. Menurut pak Djoko, saya masih bisa memiliki keturunan. Namun kalau diterapi, saya harus bersama dengan suami saya. Akhirnya saya dan suami datang dan diterapi bersama-sama. Suami saya diterapi 2 kali, saya 5 kali.

Alhamdullillah, usaha saya kali ini berhasil, berkat pak Djoko kini saya sudah hamil, 3 bulan. Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan Bapak, semoga Bapak dan keluarga diberikan berkat rejeki yang berlimpah.

 

Nanik (Palu)

Nama saya Nanik, dari kota Palu.

nanik - palu

sejak 4 tahun yang lalu tubuh saya sering bergetar terutama di bagian kepala, tangan kanan serta kedua kaki. saya sudah berupaya ke dokter, tapi tidak membuahkan hasil. dari tante saya, saya dikenalkan ke pak Djoko Lelono. Penyakit tante saya sembuh setelah di bawa ke tempat pak Djoko, karenanya saya disarankan untuk ke sana juga.

Setelah dijelaskan oleh pak Djoko, saya baru tahu kalau saya sakit parkinson.

Terapi 3 kali, kepala saya berhenti bergoyang.

Pada terapi kelima, kaki saya juga sudah tidak bergetar, jadi saya terus melanjutkan, dan pada terapi ke 8, saya sudah bisa beraktifitas dengan baik.

getaran pada bagian tubuh saya sudah tidak begetar lagi sekarang.

Terima kasih pak Djoko, saya sungguh bersyukur bertemu dengan bapak..

 

Bu endang (60 tahun) Surabaya

pengobatan tradisional djoko lelono

Sudah 3 tahun saya menderita sakit di lutut. Lutut saya kaku, sakit dan tidak bisa di tekuk. Selama ini saya hanya bisa duduk ketika melakukan sholat. Lalupada bulan oktober 2011 lalu saya diberitahu oleh tetangga saya yang pernah berobat di tempat pak Djoko, dan karena tetangga saya sakitnya sembuh, akhirnya saya berinisiatif mencoba.
Syukur sungguh syukur, hanya 3 kali therapi, lutut saya sudah jauh membaik. Sekarang saya bisa melakukan sholat dengan normal. Lutut saya tidak terasa sakit atau kaku lagi.
Terima kasih banyak pak Djoko Lelono, Semoga Allah SWT selalu memberkati.

 

Toni (54 tahun) Surabaya

pengobatan tradisional djoko lelono


Saya sakit hepar selama 35 tahun. Sakit ini dimulai sejak saya di bangku SMP, tanpa saya ketahui penyebabnya tangan saya terus bergetar, setiap hari getarannya semakin cepat.
Saya mendengar tentang tempat pengobatan alternatif pak Djoko Lelono dari tetangga saya yang pernah berobat ke sana dan cocok, karenanya dia menyarankan saya untuk mencoba.
1 kali terapi tangan saya sudah tidak terlalu goyang, 2 kali terapi getaran hilang total. Sebenarnya dalam 3 kali terapi getaran tangan saya sudah tidak ada lagi, dan pak Djoko juga sudah mengatakan kalau saya sudah sembuh, namun mengingat penyakit yang saya alami sudah selama 35 tahun saya takut apabila akan kambuh lagi sehingga saya melanjutkan terapi hingga hanya 1 kali seminggu, untuk pencegahan.

 

Sdr Sian Cu (28 tahun)

Saya menderita tumor payudara sebesar kelereng. Ada 3 benjolan.

Setelah saya mendapat informasi tentang pengobatan yang dilakukan bapak Djoko Lelono,
saya langsung menemui beliau bermaksud untuk diterapi.

Saya menjalani terapi sebanyak 5 kali.
Bersyukur sekali, karena setelah 5 kali terapi tersebut, 3 benjolan tumor tersebut sudah hilang hingga ke akarnya.

 

Romiatun 39 th (Surabaya)

Pada tahun 2008 saya melakukan pemeriksaan ke dokter, ketika itu saya didiagnosa menderita tumor di payudara sebelah kiri,benjolan itu sebesar ibu jari.

oleh dokter saya dianjurkan untuk melakukan operasi, namun karena tidak memiliki biaya saya dan keluarga memutuskan untuk berobat ke alternatif. Saya mencoba pergi ke tempat pengobatan pak Djoko Lelono.

setelah diterapi sebanyak 8 kali, benjolan tersebut berangsur-angsur hilang dan karena senang, saya berusaha memeriksakan diri ke dokter. Setelah diperiksa dan di USG ternyata benjolan tersebut betul-betul telah hilang.

romiatun

 

Ibu Samiem (73 tahun)

Saya menderita stroke sejak lama. Untuk duduk saja harus dipegangi.

Kemudian saya mendapat informasi tentang terapi yang dilakukan oleh bapak Djoko Lelono.

Saya sangat serius menjalani terapi yang dilakukan oleh bapak Djoko Lelono. Karena saya benar-benar ingin untuk sembuh.
Akhirnya, setelah 4 kali terapi, saya mulai bisa bangun dan berdiri sendiri.

Setelah 7 kali terapi saya sudah bisa berjalan.

 

Ibu Maya (55 tahun) 5 Juni 2009

Saya merasa putus asa, bingung, dan gundah. saya menderita, tidak bisa berjalan dan harus selalu dituntun. Dokter memvonis saya terkene keropos tulang lutut, dan dokter mnyarankan saya untuk melakukan operasi untuk mengganti tempurung lutut saya.

Tapi saya merasa keberatan,

1. Saya tidak punya uang dan

2. Saya takut dioperasi sehingga saya berusaha ke mana-mana baik melalui terapi maupun akupuntur.

Ternyata tidak juga membuahkan hasil dan suatu saat ada teman kerabat yang memberitahukan untuk mencoba diterapi di Bpk. Djoko Lelono saja. lokasinya di Gayung sari, namun saya bilang percuma karena tidak ada yang bisa menyembuhkan.

Namun saya diyakinkan untuk mencoba, karena teknik yang dipergunakan berbeda dan di sana banyak pasien / orang yang sudah berhasil sembuh.

Suatu saat saya mencoba ke Bpk. Djoko. setelah saya diterima dan di terapi selama kurang lebih 25 menit, saya disuruh mencoba untuk berdiri sendiri. Ternyata saya bisa! dan disuruh untuk jalan terus pelan-pelan, biarpun agak sedikit takut-takut tapi saya bisa.

Saya diterapi lagi dan selesai. Setelah itu saya kembali lagi untuk diterapi, pada terapi yang ke-3 saya sudah bisa berjalan dengan baik tanpa dituntun.

Terima kasih ya kepada bapak Djoko Lelono atas pertolongannya. karena dengan sentuhan jari-jari tangan bapak yang bisa mengeluarkan getaran dan tenaga akhirnya bisa berjalan.

 

Ibu Nur Hasana (50 tahun) Surabaya

Saya mengidap penyakit Jantung Koroner. Saya sebenarnya sudah merasa putus asa.

Berobat ke dokter juga tidak kunjung sembuh.

Saya berkali-kali hampir pingsan, alasannya adalah karena obat-obatan yang terlalu keras. Jadi saya akhirnya tidak mau lagi berobat, namun anak saya memberi tahu saya tentang Pengobatan dengan Prana dan Totok Darah Pak Djoko Lelono yang dia lihat dari internet.

Anak saya mengatakan untuk mencoba, tapi saya sebenarnya malas karena takut akhirnya pasti akan sama saja.

Karena semakin hari nafas saya semakin berat, akhirnya saya mau mencoba. Saya berobat ke Pak Djoko dan saya merasakan ada hasilnya. Secara rutin saya berobat ke tempat Pak Djoko hingga akhirnya saya sembuh dan tidak lagi merasa sesak nafas, lambung dan batuk saya juga sembuh.

saya sungguh sangat berterima kasih pada Tuhan YME dan Pak Djoko yang telah membantu saya...

ibu nur hasana

 

Ibu Maria (46 tahun) Februari 2009

Saya menderita sakit Jantung koroner yang sudah bertahun-tahun keluar masuk Rumah Sakit berkali-kali, tapi hasilnya sama saja.

Tiap hari bukannya makin sembuh saya tambah merasakan berat untuk bernafas bila berjalan. suatu waktu Family saya yang tinggal di Surabaya (saya tinggal di jakarta) menelepon saya disuruh untuk mencoba berobat ke Pak Djoko yang tinggal di Surabaya.

saya jawab, jauh-jauh datang apa pasti sembuh? tapi saudara saya mengatakan ya di coba saja dulu, bermalam di rumah saya (saudara) saja, teman-teman bapak banyak yang sudah berhasil.

satu saat, kira-kira 1 bulan dari waktu saya diberi berita itu saya semakin berat untuk bernafas. saya menelepon saudara saya untuk mencoba terapi dan saya langsung terbang ke Surabaya bersama anak saya. sesampainya di Surabaya saya diajak langsung pergi ke Bpk. Djoko karena sudah didaftarkan. setelah saya tiba di tempat prakteknya, saya di terima dan ditanya-tanyai mengenai keluhan saya.

saya tanya apa saya bisa sembuh, pak Djoko berkata mudah-mudahan sambil merendah.

Insya Allah. Allah memberikan mukjizat hari ini diberikan kesembuhan. kemudian Bpk Djoko kemudian mulai menerapi saya selama kirang lebih 20 menit dan disuruh tarik nafas dan buang nafas. nafas saya terasa enteng dan disuruh untuk jalan dengan cepat.

namun pak Djoko bilang itu masih belum sembuh, saya masih harus mengikuti terapi secara rutin dan menjaga makanan saya. kurang lebih selama 2 bulan saya mengikuti terapi secara rutin, saya sudah tidak pernah lagi merasakan sesak nafas dan saya juga cek ke dokter, katanya saya sudah baikan. dokternya sendiri pun juga heran.

Terima kasih ya Kepada Bpk. Djoko lelono atas pertolonganya, semoga bapak selalu sehat wal'afiat agar bisa membantu orang yang membutuhkan.

 

Bapak Suryo 70 th (Surabaya)

pengobatan tradisional djoko lelono

Pada awalnya saya mengira keadaan saya ini adalah karena usia tua. Susah untuk berjalan, baru beberapa langkah saya sudah tidak kuat, bahkan untuk naik tangga saja saya harus berhenti beberapa kali sebelum lanjut. Selain itu nafas saya sesak dan terasa sakit saat menarik nafas.

Merasa kesakitan tiap waktu, saya pergi ke dokter untuk memeriksakan keadaan ini, namun hasil yang saya terima sungguh mengejutkan. Saya menderita penyakit jantung koroner.

ketakutan, saya mendengar kabar tentang pengobatan pak Djoko. Setiap orang yang datang selalu bisa sembuh, hal ini membuat saya penasaran. saya mencoba bertanya, dan pak Djoko sendiri berkata dicoba saja dulu. Kesembuhan berasal dari Tuhan, manusia hanya berusaha untuk membantu.

Akhirnya saya mencoba. 3 kali terapi sedikitnya saya bisa merasakan perbedaan pada tubuh saya. saya sudah tidak merasa susah untuk berjalan atau beraktifitas, walau masih merasa sakit dan sesak. Perubahan ini membuat saya sangat bersyukur dan optimis, dan melanjutkan berobat.

Total 13 kali terapi saya sembuh. Saya tidak sesak nafas, tidak lagi merasakan nyeri dan bisa beraktifitas secara normal.

 

Bpk. Tan Hwe Tju (Juli 2009)

Umur saya 29 tahun dan tinggal di Surabaya. ketika saya sedang browsing di internet, saya menemukan Website pak Djoko Lelono ini dan saya tertarik ketika membaca jenis penyakit yang bisa disembuhkan oleh pak Djoko lelono.

mata saya minus 2,75. karena saya tidak ingin memakai kacamata,saya mencoba berobat di Bpk. Djoko yang berlokasi di Gayung Sari. saya sangat kagum dengan pengobatan bapak yang sangat luar biasa yang bisa mengeluarkan sinar dan mata saya langsung bisa lebih terang dari sebelumnya.

setelah menjalani terapi pengobatan yang kedua kalinya saya tidak lagi memakai kacamata. benar-benar sangat mengherankan tanpa laser saya sudah berhasil. terima kasih atas pertolongannya, saya sangat senang sudah datang ke tempat bapak.

 

Putra 21 tahun (Sidoarjo)

Mata saya minus sejak saya di bangku sekolah menengah, karena itu saya menggunakan kacamata. Sebenarnya saya tidak suka menggunakan kacamata karena membuat saya pusing apabila terlalu lama digunakan.

saya mengetahui pengobatan alternatif pak djoko dari teman saya yang pernah berobat di sana, saya di beri brosur dan melihat bahwa di tempat pengobatan pak Djoko Lelono ini ternyata juga bisa menurunkan minus mata dan silinder.

tertarik dengan cara pengobatan yang diceritakan teman saya, saya akhirnya mencoba. Tangan Pak Djoko bisa mengeluarkan listrik walaupun tanpa menggunakan peralatan listrik sungguh membuat saya terkejut. Satu kali di terapi pandangan mata saya sudah bisa melihat dengan lebih terang, dan pada kedua kalinya di terapi, saya bisa melihat jarak jauh tanpa menggunakan kacamata.

sungguh bersyukur, mata saya yang minus 3,5 kini berkurang jauh bahkan sudah sembuh setelah 2 kali terapi lagi.

pengobatan tradisional djoko lelono pengobatan tradisional djoko lelono

 

Vonny (15 Juni 2009)

Saat ini usia saya 19 tahun. Saya memiliki sedikit masalah dengan tubuh saya.

Berat badan saya semakin hari bertambah naik karena saya tidak bisa lepas dari ngemil. setiap waktu saya terus merasa lapar, dan akhirnya ngemil. saya mencoba ke pak Djoko untuk totok mengurangi nafsu makan agar saya bisa berhenti ngemil, karena saya takut kalau sampai kelebihan berat badan (obesitas).

Oleh Bapak Djoko di totok di tempat - tempat tertentu yang katanya untuk mengurangi nafsu makan. Setelah selesai dan pulang, Sore harinya saya sudah bisa merasakan efeknya, saya merasa kenyang. walaupun melihat makanan di depan mata, saya tidak tertarik. kalau sebelumnya, saya pasti akan memakannya tanpa pikir panjang.

merasa senang dengan perubahan ini, saya coba lagi totok hingga 4 kali kunjungan. saya merasa sangat bersyukur sudah datang ke Pengobatan tradisional ini, saya mampu mengurangi bafsu makan tanpa harus meminum obat diet. berkat pak Djoko saya bisa menjadi kurus.

terima kasih.

 

Bpk. Haryono ( 6 Agustus 2009 )

Saya tinggal di Surabaya selatan. dan berusia 48 tahun. saat ini sedang menderita sakit diabetes dan kreatin saya terus naik sampai 5,1. Saya takut kalau cuci darah atau bahkan samapi terjadi gagal ginjal. saya telah berobat ke mana-mana baik ke dokter hingga denagn di teraphy akupuntur atau teraphy yang lain tapi tidak juga membuahkan hasil.

saya diberi tahu teman saya untuk teraphy di tempat Pak Djoko. jadi besoknya saya pergi ke tempat pengobatan Pak Djoko Lelono untuk meneraphy diabet dan kreatin (ginjal) saya. Pak Djoko bertanya - tanya mengenai penyakit saya, lalu menyarankan untuk di teraphy dan meminum ramuan yang di buatnya selama 7 hari untuk menurunkan kreatin saya.

saya setuju dan mau mencoba untuk meminum ramuan itu selama 1 minggu. setelah genap 7 hari saya mengunjungi Pak Djoko Lelono lagi untuk teraphy. saya bertanya apakah saya sudah bisa mengecekkan lagi kreatin saya,

Pak Djoko berkata bahwa masih belum saatnya, paling tidak 3 hari lagi baru bisa di cek di Laboratorium. Dan begitu selesai 3 hari, saya berangkat ke Laboratorium untuk melakukan check up terhadap kreatin saya.

Puji Tuhan,kreatin saya turun hingga tinggal 1,4.

semua berkat ramuan dan teraphy yang luar biasa Pak Djoko. semenjak itu saya terus melanjutkan untuk teraphy di tempat Pak Djoko Lelono dengan harapan Diabetes saya bisa kembali normal.

Saya sangat bersyukur...

 

Ibu Rusmini (52 tahun) Malang

ibu rusmini malangpengobatan ibu rusmini

Saya sudah cukup lama menderita tidak bisa berjalan, setiap kali berjalan, saya harus menggunakan alat bantu berjalan.

Menurut dokter saya harus dioperasi karena ada pengapuran di engkel paha kanan saya, tetapi saya takut dan selain itu, saya juga tidak mempunyai biaya.

kemudian saya berusaha mencari jalan lain, yaitu melalui jalur alternatif, namun keadaan saya tidak kunjung membaik, alias sama saja. Suatu waktu, saya mendapat telepon dari saudara saya untuk mencoba terapi dengan prana dan totok darah.

karena ingin sembuh, saya akhirnya mencoba. Setelah saya diobati, saya langsung disuruh coba untuk berjalan, dan saya merasakan adanya gerakan. Saya disuruh untuk melepas alat bantu jalan saya, dan saya yang awalnya harus memakai 2 penopang kini hanya menggunakan satu saja.

Senang dan penuh semangat saya dengan tekun mendatangi Pak Djoko, saya diobati lagi, dan berusaha menuruti untuk tidak memakan makanan yang menjadi pantangan yang dilarang Pak Djoko.

Kini saya bisa berjalan lagi tanpa alat bantu sampai saya akhirnya sembuh.

 

Ibu Puji Rahayu 60 th (Surabaya)

Kondisi kesehatan saya kurang baik, hal ini karena urat saya ada yang terjepit, yaitu di pinggul kiri sehingga saya tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasa.

Saya tidak bisa berdiri atau duduk terlalu lama, rasa sakit yang saya rasakan berasal dari pinggul kiri hingga ke kaki.

saudara saya mengenalkan pengobatan alternatif yang dilakoni oleh pak Djoko, dan karena saudara saya sembuh, saya memutuskan untuk berobat di sana.

kabar itu ternyata bukan hanya isapan jempol. Saya sembuh, pinggul saya tidak lagi sakit, untuk beraktifitas saya tidak merasakan ada masalah sama sekali.

 

Bapak Lie Eng Swie (Blitar)

Mata kanan papa saya sudah lama terkena katarak, dan selalu membutuhkan bantuan dalam melakukan segala hal. mata kanannya tidak bisa melihat, bahkan dari jarak 1 meter, dan kini mulai merambah hingga ke mata kirinya. Ketika disarankan untuk dioperasi, saya langsung mengiyakan karena ingin agar papa bisa melihat kembali.

Namun terkadang tidak semua hal terjadi sesuai dengan keinginan kita, karena ternyata operasi mata papa tidak menghasilkan apa-apa. di saat hampir menyerah dan hanya pasrah, saya diberi tahu teman saya tentang pengobatan tradisional pak Djoko lelono.

Mirip dengan akupuntur, namun tidak menggunakan listrik dan jarum, dan menurut papa saya, rasanya seperti tersengat listrik. Sungguh mengejutkan, mata papa saya sedikit demi sedikit bisa melihat. Setelah 3 kali terapi papa bahkan bisa melihat saya dari jarak 2,5 meter.

Saya benar-benar lega dan sangat bersyukur, untung saya mencoba berobat di pengobatan tradisional ini. Hingga kini, setelah satu bulan berobat, saya masih membawa papa ke tempat pak Djoko untuk menyembuhkan mata kiri papa.

pengobatan tradisional djoko lelono

 

Tutik (35th) sby

pengobatan tradisonal djoko lelono


Saya menderita sakit ginjal sejak lima bulan yang lalu. Dari hasil lab yang saya lakukan, kreatinin saya 3,8 sedangkan bun 300,4. Saat ke dokter, saya disarankan untuk cuci darah, tapi saya menolak, selain karena tidak punya uang saya juga mendengar dari teman-teman saya kalau cuci darah sebenarnya percuma.

Kemudian saya diberi tahu oleh seorang teman agar mencoba terapi di pengobatan djoko lelono. Selama 2 bulan terapi rutin 1 minggu 3 kali dan mengikuti anjuran-anjuran yang diberikan, ternyata setelah saya cek kan kreatin dan bun saya kembali normal.

Begitu terkejutnya saya melihat hasil yang seperti itu, saya benar-benar bersyukur...

 
a dan